Masa depan industri yang bakalan maju adalah informasi dan konten. Sehingga perang di masa depan bukanlah perang senjata ataupun nuklir, melainkan perang informasi. Maka siapapun yang dapat menguasai dan memiliki lebih banyak informasi serta membuat orang lain terpengaruh dengan informasi yang dimilikinya, maka ia akan memenangkan pertarungan.
Pengertian konten di sini adalah konten informasi yang mudah diakses siapa pun dan di mana pun. Informasi menjadi PR (public relation) yang membuat orang lain memahami masalah yang sebenarnya. Di samping itu, konten tersebut akan memiliki variasi yang unik sekaligus menarik, sebab informasi tidak selalu bersifat kaku, melainkan juga menghibur.
Apakah Indonesia akan sanggup menghadapi masa depan yang modern dan berbasis teknologi yang mudah diakses? Upaya persiapan ke arah itu telah lama dilakukan. Salah satunya adalah dengan adanya kawasan ITC (Information Technology Communication) yang dikenal dalam istilah telematika. Telematika merupakan sebuah konvergensi dari telekomunikasi, media dan informatika, yang isinya adalah ICE (Information Communication Entertainment).
Meskipun langkah rintisan sudah dilakukan, tetapi kita dapat melihat jika telematika di Indonesia belum dimengerti secara filosofis. Masih hanya cenderung mengerti dari sisi teknologinya saja. Itu sebabnya, yang masih laku adalah perangkat keras teknologi informasi, seperti komputer. Para pebisnis pun beramai – ramai mempromosikan produk baru. Sementara masyarakat meresponnya dengan asumsi tidak ingin ketinggalan zaman.
Padahal yang utama adalah teknologi harus sesuai dengan kebutuhan manusianya. Masalahnya, tidak semua orang memahami secara mendalam apa yang benar – benar dibutuhkannya dengan sarana teknologi informasi itu. Barangkali yang sekarang banyak dimanfaatkan adalah dari sisi hiburannya. Sedangkan mengenai sisi srategis komunikasi belum begitu didalami. Bila telah mampu menyerap filosofi dari teknologi komunikasi, maka pada saat itulah Indonesia siap menghadapi pasar bebas yang sesungguhnya dan bersaing dengan berbagai negara di dunia.
Meskipun begitu, bangsa Indonesia sedang dalam masa metamorfosis. Menuju masa depan yang diharapkan. Proses perubahan ini terjadi di setiap bidang, baik ekonomi, politik, akademis, maupun pertahanan. Diharapkan semuanya berjalan dalam satu langkah bersama, sehingga bangsa ini tidak semakin terpuruk.
Bangsa Indonesia masih sangat membutuhkan tokoh – tokoh yang visioner yang dapat menjadi teladan bangsa ini. Dengan tokoh yang memiliki visi ke depan, mensejahterakan rakyat, menciptakan kedamaian, menegakkan keadilan, maka Indonesia akan mengalami zaman keemasan.
Yang utama adalah pembentukan karakter. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah pemahaman terhadap pengetahuan dan teknologi. Sehingga nantinya tidak sekadar menjadi pasar dari hasil industri tanpa mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hidup. Masyarakat perlu mengetahui apa arti penting teknologi dan bagaimana membuat teknologi itu bermanfaat bagi dirinya, bukan sebaliknya masyarakat yang dijajah teknologi.

Exit System

Pensiun

Pensiun adalah jaminan hari tua dan sebagai balas jasa terhadap Pegawai Negeri yang telah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada Negara. Pada pokoknya adalah menjadi kewajiban setiap orang untuk berusaha menjamin hari tuanya, dan untuk ini setiap Pegawai Negeri Sipil wajib menjadi peserta dari suatu badan asuransi sosial yang dibentuk oleh pemerintah. Karena pensiun bukan saja sebagai jaminan hari tua, tetapi juga adalah sebagai balas jasa, maka Pemerintah memberikan sumbangannya kepada Pegawai Negeri.

Pegawai yang diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil berhak menerima pensiun pegawai, jikalau ia pada saat pemberhentiannya sebagai pegawai ;

  1. Telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 Tahun dan mempunyai masa kerja untuk pensiun sekurang-kurangnya 20 Tahun.
  2. Mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 4 Tahun dan oleh badan / pejabat yang ditunjuk oleh departemen kesehatan berdasarkan peraturan tentang pengujian kesehatan pegawai negeri, dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga karena keadaan jasmani atau rohani yang tidak disebabkan oleh dan karena ia menjalankan kewajiban jabatannya.
  3. Pegawai negeri yang setelah menjalankan suatu tugas Negara tidak dipekerjakan kembali sebagai pegawai negeri, berhak menerima pensiun pegawai apabila ia diberhentikan dengan hormat sebagai pegawai negeri dan pada saat pemberhentiannya sebagai pegawai negeri ia telah mencapai usia sekurang-kurangnya 50 TH dan memiliki masa kerja untuk pensiun sekurang – kurangnya 10 Tahun.

Besarnya pensiun pegawai.

(1)   Besarnya pensiun pegawai sebulan adalah 2 ½ % (dua setengah perseratus) dari dasar pensiun untuk tiap-tiap tahun masa kerja, dengan ketentuan bahwa :

a. pensiun pegawai sebulan adalah sebanyak-banyaknya 75 % (tujuh puluh lima perseratus) dan sekurang-kurangnya 40 % (empat puluh perseratus) dari dasar pensiun;

b. pensiun pegawai sebulan tidak boleh kurang dari gaji pokok terendah menurut Peraturan Pemerintah tentang gaji dan pangkat yang berlaku bagi pegawai negeri yang bersangkutan.

(2)   Pensiun pegawai tersebut pada ayat (1) huruf b pasal ini dipertinggi dengan suatu jumlah tertentu dalam hal pegawai negeri yang bersangkutan dinyatakan tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apapun juga karena cacad jasmani dan/atau rohani yang terjadi didalam dan/atau oleh karena ia menjalankan kewajiban jabatannya . Ketentuan-ketentuan tentang pemberian tambahan atas pensiun pegawai ini diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pemutusan Hubungan Kerja

PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha. bagi pekerja tetap, diatur soal wajib tidaknya pengusaha memberi kompensasi atas PHK tersebut.

Dalam PHK terhadap pekerja tetap, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon, dan atau uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima pekerja. Perlu dicatat, kewajiban ini hanya berlaku bagi pengusaha yang melakukan PHK terhadap pekerja untuk waktu tidak tertentu.

Terdapat bermacam-masam alasan PHK :

  • ­ Selesainya PKWT

Pekerja, pengusaha dan pemerintah wajib untuk melakukan segala upaya untuk menghindari PHK. Apabila tidak ada kesepakatan antara pengusaha pekerja/serikatnya, PHK hanya dapat dilakukan oleh pengusaha setelah memperoleh penetapan Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (LPPHI).

Hal-hal tersebut adalah :

  1. pekerja masih dalam masa percobaan kerja, bilamana telah dipersyaratkan secara tertulis sebelumnya;
  2. pekerja mengajukan permintaan pengunduran diri, secara tertulis atas kemauan sendiri tanpa ada indikasi adanya tekanan/intimidasi dari pengusaha, berakhirnya hubungan kerja sesuai dengan perjanjian kerja waktu tertentu untuk pertama kali;
  3. pekerja mencapai usia pensiun sesuai dengan ketetapan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau peraturan perundang-undangan; atau
  4. pekerja meninggal dunia.
  5. pekerja ditahan
  6. pengusaha tidak terbukti melakukan pelanggaran yang dituduhkan pekerja melakukan permohonan PHK

Tambahan dalam surat kontrak kerja :

  1. Apabila oleh karena sesuatu hal PIHAK KEDUA secara sepihak memutuskan untuk mengundurkan diri ( memutuskan hubungan kerja ) sebelum masa yang disepakati bersama berakhir, maka ia berkewajiban untuk memberitahukan tentang niatnya itu secara tertulis 1 (satu) bulan sebelumnya.
  2. Dalam hal ini PIHAK PERTAMA tidak berkewajiban untuk memberikan imbalan apapun serta tidak berkewajiban untuk membayar upah atau gaji untuk sisa waktu yang tidak dijalani oleh PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA akan menjatuhkan sanksi berupa pembatalan kontrak secara sepihak apabila terdapat penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA seperti meninggalkan tugas atau lokasi kerja tanpa seizin PIHAK PERTAMA, memalsukan dan memanipulasi data pekerjaan, melakukan tindakan-tindakan yang merugikan pihak lain di lapangan sehingga memperlambat atau mengacaukan tugas kerja tim, dan dianggap tidak mampu melaksanakan tugasnya oleh Direksi.

Pesangon

Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon (UP) dan atau uang penghargaan masa kerja (UPMK) dan uang penggantian hak (UPH) yang seharusnya diterima. UP, UPMK, dan UPH dihitung berdasarkan upah karyawan dan masa kerjanya.

Perhitungan uang pesangon (UP) paling sedikit sebagai berikut :

  • masa kerja kurang dari 1 tahun, 1 (satu) bulan upah;
  • masa kerja 1 – 2 tahun,  2 (dua) bulan upah;
  • masa kerja 2 – 3 tahun, 3 (tiga) bulan upah;
  • masa kerja 3 – 4 tahun 4 (empat) bulan upah;
  • masa kerja 4 – 5 tahun 5 (lima) bulan upah;
  • masa kerja 5 – 6 tahun 6 (enam) bulan upah;
  • masa kerja 6 – 7 tahun 7 (tujuh) bulan upah.
  • masa kerja 7 – 8 tahun 8 (delapan) bulan upah;
  • masa kerja 8 tahun atau lebih, 9 (sembilan) bulan upah.

Perhitungan uang penghargaan masa kerja (UPMK) ditetapkan sebagai berikut :

  • masa kerja 3 – 6 tahun 2 (dua) bulan upah;
  • masa kerja 6 – 9 tahun 3 (tiga) bulan upah;
  • masa kerja 9 – 12 tahun 4 (empat) bulan upah;
  • masa kerja 12 – 15 tahun 5 (lima) bulan upah;
  • masa kerja 15 – 18 tahun 6 (enam) bulan upah;
  • masa kerja 18 – 21 tahun 7 (tujuh) bulan upah;
  • masa kerja 21 – 24 tahun 8 (delapan) bulan upah;
  • masa kerja 24 tahun atau lebih 10 bulan upah
  1. Uang penggantian hak yang seharusnya diterima (UPH) meliputi :
    a. cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;
  2. biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganya ketempat dimana pekerja/buruh diterima bekerja;
  3. penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% dari uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat;
  4. hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Introduction to Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL)
When we consider the development of telecommunication technology
at this time, it can almost be the most
rapidly in telecommunications technology in the future is
multimedia.
The terminology can be defined as multimedia many media.
Therefore, the service can be made through the many missed
media. Whereas once, translated as multimedia
integration of voice, data and images.
The multimedia services are the most primary needs akan
a very large bandwidth. The need for this is that the bandwidth
initially to be problems on the network access. Akan
but after finding the optical fiber as transmission media
with very large capacity of the above problems are
can be technical.
Ironically, however the majority of the network is now tergelar
use the copper cable network. Therefore required a
“Injection technology” to improve the ability of copper cable
transmit information in signals.
Glance seem very contradictory, when we discuss the cable
copper as the media access services in the community-wide ribbed,
because the copper cables have limitations in
transmit signals berpita wide.
Meanwhile, in the last ten years this has been developed
a number of signal processing techniques to increase the bit rate of
dijital transmission via copper cable. Digital Subscriber line (DSL)
is a modem technology that uses telephone lines twisted
existing pair to transmit data berpita wide.
Development of DSL technology xDSL is the “technology series
broadband “that utilize the media for copper cable
stream services / service berpita wide. In the end technology
xDSL is a technology alternative that should
consider the technical and economic stage in the era
multimedia.
Development of the Copper Cable Network Technology
We already know the modem-modem which is circulating in the market
(voice-grade modem data) use copper cable as
transmission or the physical media can also use the said
physical transmission media access copper. Voice-grade modems generally
have a 28.8 kbps transmission speed through phone lines
normal. Twenty years ago, because of limitations in the field,
speed is only around the 1.2 kbps. May not have previously
who believe that the speed of the modem speed can reach 33.6
kbps, such as at the moment. However voice-grade modem
still not pass the limit of 3.4 kHz wide band. For example
V.34 modem that is capable of allocating 10 bits / hz band width,
is a picture that is quite interesting and
technology product development approach that seeks batasbatas
theoretical. Not only that, V.34 modem capable of sending and
receive data simultaneously in the same frequency band.
Even when the modem is U.S.. With the robotics technology has X2TM
able to achieve 56.6 kbps transmission speed through the channel
regular phone. This can be achieved as a result of development
the forward algorithm of data communication, signal processing dijital
and semiconductor technology.
Voice-grade modem operating at the point on the customer channel
regular voice and transmit signals through the core network
(main network switching). Treat it exactly the same network
as in the voice signal. This is the main advantage,
although the speed is lower, but it can be in
anywhere as long as there are phone lines are available.
The limited band width of the channel, especially not because of sound
by the channel on the customer, but due to the core network.
Filter on the core network to limit the wide band channel sound
approximately 4.4 kHz. If the filter without the constraints of this cable
copper (copper access network) is able to skip the frequency
Mhz on the area, although it will be big enough redaman.
Redaman a straight akan increased proportionate with the increase
frequency and length of the channel, is a major constraint factor
increase in the speed of data transmission.
Overview of the development of network access technology that utilizes
copper cable to distribute information is as wide-band
following:
a. Digital Subscriber Line (DSL)
Modem is used in the basic rate ISDN service.
DSL akan transmit data in duplex (two-way
at a time), at the speed of 160 kbps over copper cable (channel
regular telephone) with a range up to 6 km, and to multiplex
demultiplex the data stream in 2 B channels (each 64 kbps),
one D channel (16 kbps) and include some overhead
required by the terminal device. Based on the ANSI standard
T1.601 or ITU I.431 DSL also use echo canceller for
separating the received signal coming from the reflection signal
sent. Following table of DSL technology:
Access Technology Type Bit rate mode Applications
Digital Subscriber Line
(DSL)
Duplex 160 kbps ISDN, data communications,
vote
High data rate Digital
Subscriber Line (HDSL)
1.544-2 Mb, 048 Mb duplex T1/E1 services, WAN,
LAN, server access
Single line Digital
Subscriber Line (SDSL)
Mb 1.544 – 2.048
Mb
Same with duplex HDSL
added access to basic
the symmetrical service
16 kbps – 640 kbps upstre
am
Asymmetric Digital
Subscriber Line (ADSL)
1.544 Mb – 8 Mbps downs
tream
Internet access, video on
demand, remote access
LAN, Interactive Multimedia
1.5 Mbps – 2.3 Mbps upstre
am
Very high data rate Digital
Subscriber Line (VDSL)
13 Mbps – 52 Mbps downs
tream
Same as ADSL
plus the HDTV
b. High data rate Digital Subscriber Line (HDSL)
Is a continuation of DSL technology and use 2 twisted
Cooper pair cable. HDSL is used for both channels
T1 or E1 signal. HDSL uses a wide band narrow
and do not need a repeater, such as T1 or E1 channel on the
generally. Usually the device on the channel using a T1 or E1
AMI protocol (self-clocking Alternate Mark Inversion) and
requires repeater at distance of 1000 meters from the central and each
2000 meters further. AMI requires wide band at 1.5 MHz
T1 and E1 is for 2 MHz. By using the modulation
better able to transmit the HDSL signal on
speed of 1.544 Mbps or 2.048 Mbps using only
wide-band 80 kHz to 280 kHz, depending on the modulation technique
and pengkodeannya. HDSL signals is able to deliver without a repeater
on copper cables up to 4 km far, of course, with
2 using a cable to T1 and E1 to 3 cable, which masingmasing
operate at half speed, or third.
Typical applications for HDSL connection is as PBX, station antenna
provider, the DLC system has matured enough in giving
services with bit rates above 1 Mbps, and has been widely used
applications in remote LAN access and the internet.
c. Single line Digital Subscriber Line (SDSL)
SDSL will be needed in many applications that require access
symmetrical and therefore can be said that the service is SDSL
komplementari application of ADSL. Things that need to be aware that
the reach of SDSL will not exceed 3000 m, where the distance
ADSL is able to achieve 6 Mbps bit rate.
d. Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL)
This technology has a bit rate between the different directions tell
(Upstream) and receive direction (downstream). Upstream speed is
ranging between 16 kbps to 640 kbps, while the speed
downstream is between 1.544 Mbps to more than 7 Mbps.
Because of ADSL service is ideal for internet / intranet, video
on demand and remote LAN access. Because usually penggunapengguna
applications need to receive more
information / download of sending information.
e. Very high data rate Digital Subscriber Line (VDSL)
Initially have a VDSL Very high data rate Asymmetric
Digital Subscriber Line (VADSL) because they assume VDSL
will not be using the symmetrical transmission and is certain asymmetric
so no need to divide in two names, VDSL (for symmetric)
and VADSL (for asymmetric). VDSL will distribute the data
asymmetric on the transmission speed is faster than ADSL
with a channel length shorter. In general, VDSL
projected to have a speed Upstream and downstream
as shown in table 1. There are still many things that need to
Diperjelas in VDSL, the good standards, service environment,
interface is also about cost.
ADSL architecture
ADSL circuit will connect each other from each end of the ADSL modem
on ordinary phone lines (copper cable) and make a three-channel
information. High-speed downstream channel, channel duplex
medium speed and POTS channel. Channel by separate POTS
dijital modem with a filter, to ensure uninterrupted POTS.
High-speed channel speed at 1.544 Mbps – 6 Mbps, and
duplex at the speed of 16kbps – 640 kbps. Each channel can be
submultiplex, which can be formed multiplikasi canals with
bit rate is lower. Following table the characteristics of ADSL
based on the cable used:
Data rate (Mbps) type cable (AWG) cable Size (mm) Distance (km)
1.5 or 2 24 0.5 5.5
1.5 or 2 26 0.4 4.6
6.1 24 0.5 3.7
6.1 26 0.4 2.7
Depending on the downstream speed by several factors, including
length of copper cable, cable size, the quality of the physical connection
from the clutch cable and cross-interference. Channel Redaman akan
proportionate increase in line length of straight channel and frequency,
and will decline if the diameter of the cable increases. With
ignore the influence of the quality of the ADSL connection has
characteristics as shown in the table above. Next
general ADSL configuration:
Configure ADSL in general, as is shown
image above. Digital Subsriber Line Access Multiplexer (DSLAM)
multiplexer is a device on the service provider / central,
while there are customers on the Customer Premises
Equipment (CPE). Both were connected by phone line, where the
between them, there are pots splitter (on the promoter / central)
Microfilter and (on the customer side), which divides the frequency function.
Flowed to the low-frequency analog line, while the high frequency
is for the ADSL service.
Many applications will benefit from the benefits of ADSL
especially in the compressed digital video. For real-time signal,
dijital video signal can not use the error control procedure
on the link or network level that are usually used in the system
a general data communication. While the ADSL modem capable
provide forward error corection which is capable of dramatic
reduce errors caused by impulse noise. Error
base symbol for the symbol will also be much reduced
errors caused by continuous noise that occurs on
channel.
ADSL uses signal processing technology so that dijital
and using sophisticated algorithms that are able to create
distribution of data on very high speed through copper cable
normal.
Line coding technique used is Carrierless Amplitude / Phase
Modulation (CAP) or discrete Multi Tone (DMT). Line coding techniques
CAP and DMT provides benefits where the system more resistant
to roar / noise or interference. In addition to the
using DMT, ADSL allows a rate adaptive
(speed of transmission may change the relative performance
copper cable network that is used as transmission media).
With DMT also allows the network to initiate the process
to determine the level of the network speed copper
can transmit data securely. While the technique
conventional, if its quality performance down the cable, the signal
in the modulation / demodulasi akan damaged by modem.
Asymmetrical Digital Subscriber Line (ADSL) technology is a transmission in the access network where the speed signal Upstream and downstream are not simetrik or asymmetric. ITU-T international standards body as has been recommend the size of the speed (bit rate). Sending a signal to the ADSL is up to 64 Kbps to 640 Kbps Upstream signal direction and 1.5 Mbps to 6 Mbps downstream to the signal direction. With ADSL technology is the need of the customer services that include voice, data and video can be met easily without a lot of changes because the media infrastructure that is used in the transmission of ADSL technology is still the form of copper cable network. This is a recommendation, why ADSL is selected as one of the sate network access technology to deliver future services pitalebar.

Although ADSL pengimplementasian conditions can optimize the network cable that already exist and can save the cost of investment but the cable network reliability in the services provided to customers from Central still has limitations-limitations. Some of the measurements into the cable network reliability is the quality of service (QoS) for media penstramisian through copper cable, long distance or cable coverage to reach the service area (customer), the influence of cross-skilled (crosstalk) that may occur between the cable sating adjacent interference and influence of radio waves in the surrounding areas. Besides, the key to the success of the performance on the copper cable network pengimplementasian ADSL is also determined by the quality of material / material copper cable is used, the installation process / penggelaran and maintenance of the network cable correctly.

The discussion in this thesis is focused on the analysis and calculation of performance in the channel network access services using ADSL technology based on the parameters required. This thesis also give some consideration to obtain the limits of coverage and limits the distance skilled cross-cable subscribers on the network. So with this analysis and the calculation will be able to access the network performance in the copper cable channel service pitalebar.

Problem – a problem in the Jar lok at
 Connection cable
 One roll cable (haspel) primair max 100 m
 held digorong – gorong roads (underground cable)
 Keep continuation Man in the Hole
 Man Hole akan submerged water, then the continuation must be both protected and (waterproof). ® unless akan cross talk.
 There are pumps air into the cables from the central primair
 Problems penanggal channel
 Kena sewings layang – layang ® injured, is the air, rust and drop out.
 Channels penanggal strengthened by iron wire.

What is 3G?

Posted: Mei 21, 2009 in Uncategorized

3G
The presence of mobile telephone service alias in our lives is a big leap in the history of human communication. Technology Mobile communication technology is the most modern and most promising both in terms of quality, efficiency and economy. One of the main advantages is the mobile phone can provide flexibility for users to communicate anywhere and anytime, even while moving though.
Communication or move into the mobile communication trends and lifestyle of the tune. Even in many countries such as Indonesia, Japan and Finland, mobile phone subscribers, more than that customers home phone or device (fixed phone).
In one country, there are many mobile operators compete to provide the best services, considering the benefits that arouse out of the business. Say Indonesia Telkomsel and Indosat has a pro-2G technology platforms, and recently appeared with the service platform that is 3G, Telkom Flexi, Fren and Esia / Mobile 8. Japan with the first NTTDoCoMo already using 3G technology, compared to other Asian countries. Japanese government policy to shift from 2G to 3G because of the needs of the market up. In addition, 3G technology can meet the needs.
3G means third generation is, of course, related to the telecommunications provider or telephone provider. AMPS is the first technology & NMT. Then the two generations to be spelled out is a GSM and CDMA.GSM developed by the company – corporate communications in Western Europe, while CDMA was developed by Qualcomm in the USA. Then, in the GSM technology, GPRS technology is developed, which then can be spelled out to the 2.5 generation.
Third generation or 3G technology based on W-CDMA using frequency 1900 MHz, CDMA service provider that is operating in the frequency of 1900 MHz should eventually Hijrah to 800 MHz frequency that is Flexi and Starone because the frequency used by 3G operators. CDMA technology, while also being the generation to which it referred to as 3 CDMA EVDO.

The 3G

3G (read: triji) is the abbreviation of the term in English: third-generation technology. This term is generally used to refer to the development of wireless phone technology (wireless). In general, the ITU-T, as quoted by the FCC defines 3G as a wireless solution that can provide access speed:

• of 144 Kbps for fast-moving conditions (mobile).
• 384 Kbps to as much as the condition of running (pedestrian).
• of 2 Mbps for the condition in a static place.

History

There is also the development of wireless technology can be as follows:

1. First generation: analog, low-speed (low-speed), enough to vote. Example: NMT (Nordic Mobile Telephone) and AMPS (Analog Mobile Phone System).
2. Second generation: digital, low speed – medium. Example: GSM and CDMA2000 1xRTT.
3. Third generation: digital, high-speed (high-speed), for wide-band (broadband). Example: W-CDMA (or UMTS as well as the known) and CDMA2000 1xEV-DO.

Between second-generation and generation-3, often inserted Generation 2.5, which is digital, medium speed (up to 150 Kbps). The technology category entry is 2.5 G-based data services such as GPRS (General Packet Radio Service) & EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) in the GSM domain and pdn (Packet Data Network) in the CDMA domain.

3G Technology

At this time there are two branches of development of 3G, that is from the GSM (Global System for Mobile Communication) dipelopori by the 3G Partnership Project and CDMA (Code Division Multiple Access) dipelopori by the 3G Partnership Project 2 (3GPP2). The two technologies are not compatible and indeed compete.
One of the reasons why the 3G service can provide a greater throughput is due to the use of spread spectrum technology that allows data input that would ditransimisikan assigned to the entire frequency spectrum. In addition to getting the band width of the larger, spread spectrum-based services is far more secure than the timeslot and / or frequency slots.
3G network is not upgraded from the 2G, 2G operator affiliated with the 3GPP will need to replace many components to be able to provide 3G services. While the operator is affiliated with the 2G technology in 3GPP2 easily upgrade to the 3G network because the element is designed for services to the wireless wide band (wireless broadband). 3G services have also been digembar rant but in reality, many found the failure. Japan and South Korea are examples where 3G services successfully. This is probably caused by factors:

1. Support the government.
The Japanese government does not charge in advance (upfront fee) for use on 3G spectrum licenses-service operator in Japan (there are three operators: NTT DoCoMo, KDDI and Vodafone). Meanwhile, South Korean government, even though any charge in advance, providing incentives and assistance in the development of wireless wide band (South Korea is a country that uses Cisco Gigabit Switch Router highest in the world) as part of a strategy in infrastructure development.
2. Culture community.
Video call service, which diramal a killer application is not too much is used in the two countries. However, services such as music downloads and Internet access very tune. Operators such as NTT DoCoMo (Japan) to provide service Chaku Uta to download music. While in Korea, services like Cyworld web presence provided by SK Tel, great tune. With this service, customers can take photos directly from the handset and the web portal to memuatnya own in Cyworld. This service is then imitated by Flickr with the N73 handset.
3. The variety of content services.
DoCoMo SKTel and does not use the WAP as a standard service to its content. DoCoMo to develop a browser application which is called imode, while SKTel have Nate and June.

Evolution Towards 3G

Telecom mobile phone network has increased the use of 3G services from 1999 to 2010. Japan is the first country to introduce 3G in the national and the transition toward 3G in Japan has been achieved in the year 2006. After the Korean pengadopsi be the first 3G network and the transition has been achieved in early 2004, leading the world in the field of telecommunications.
Operator and the UMTS network in 2005, the evolution of 3G network running for several years due to the limited capacity of the existing 2G network. 2G networks were created with the main goal is data and voice transmission is slow. Due to rapid flow changes in the user’s request, the needs of their wireless akan not met.
“2.5G” (and also 2.75 G) is a technology such as data service i-mode, the phone berkamera, exchange a series of high-speed data (or also called High-Speed Circuit-switched data or HSCSD abbreviated) and the general packet radio (or known as General Packet Radio Service or GPRS) was created to provide some funsi major networks such as 3G, but without a full transition to 3G network. Service-This service was created to introduce the possibility of implementing wireless technology to users and penigkatan demand for 3G services.

Misconception about 3G

There is some understanding that one of the 3G in the general public.
1. 3G services can not be without any coverage of the 3G service operator. Just buy a 3G handset, it does not mean that 3G services can be enjoyed. Handset can automatically switch to a 3G network when you, the customer does not receive 3G coverage. So when someone is being moved and use the video call service, and then forced to switch to the 2G network, the video call service will drop out.
2. 3G services are at a frequency of 1900 Mhz. ITU-T defines the 3G services for GSM in the 1900 Mhz frequency band with a width of 60 Mhz. However, in general, based on CDMA2000 technology uses spectrum in the frequency of 800 Mhz, or commonly known as the spectrum PCS (Personal Communication System).

High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA)

High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) is a protocol and mobile phone technology, sometimes referred to as 3.5 G. First phase with a HSDPA 4.1 Mbps. Phase 2 and then follow with a 11 Mbps and maximum kapsitas peak downlink data rate up to 14 Mbit / s. This technology was developed from the WCDMA the same as EV-DO CDMA2000 develop. HSDPA provides evolution path for network Universal Mobile Telecommunications System (UMTS), which allows for the use of data capacity is greater (up to 14.4 Mbit / sec down direction).
HSDPA is an evolution of W-CDMA standard and is designed to increase data transfer speeds 5x higher. HSDPA memdefinisikan a channel W-CDMA is a new, namely high-speed downlink shared channel (HS-DSCH), which is operating with a different channel W-CDMA is now. Up to now only the use of HSDPA technology in the communication under the direction of mobile phone.

Excess HSDPA
HSDPA is to reduce the excess tertundanya pengunduhan data (delay) and provide feedback more quickly when users use interactive applications such as mobile office or high-speed Internet access facilities for the use of games or download audio and video. Excess other HSDPA, increase system capacity without requiring additional frequency spectrum. This has caused the decreasing cost of mobile data services in a significant way.

Binary number
As an example of the decimal number 157 to:
157 (10) = (1 x 100) + (5 x 10) + (7 x 1)

Note! decimal number is often called a base 10. This is because perpangkatan 10 obtained from 100, 101, 102, ff.

Understanding binary concept and Decimal Numbers
Fundamental difference from the binary and decimal method is associated with the base. If a decimal-based 10 (X10) berpangkatkan 10x, then the binary number to base 2 (X2) using perpangkatan 2x. Sederhananya note the example below!
To Decimal:
14 (10) = (1 x 101) + (4 x 100)
= 10 + 4
= 14

To binary:
1110 (2) = (1 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20)
= 8 + 4 + 2 + 0
= 14

General form of the binary and decimal numbers are:
Binary 1 1 1 1 1 1 1 1 11111111
Decimal 128 64 32 16 8 4 2 1 255
Rank 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Now we return to the example problem above! How did we get the decimal number 14 (10) into binary number 1110 (2)?
Let’s see more generally in the form!
Binary 0 0 0 0 1 1 1 0 00001110
Decimal 0 0 0 0 8 4 2 0 14
Rank 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Let’s browse through slowly!
• Firstly, we jumlahkan numbers in decimal, so a 14. you see the numbers that resulted in a number 14 is 8, 4, and 2!
• For the numbers that form the number 14 (see figures diarsir), marked binary “1”, the rest were given a “0”.
• So, if read from right, decimal number 14 will be 00001110 (sometimes read in 1110) in its binary digits.

Change binary to Decimal Numbers
Note the example!
1. 11001101 (2)
Binary 1 1 0 0 1 1 0 1 11001101
Decimal 128 64 0 0 8 4 0 1 205
Rank 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Note:
• Figures obtained from 205 decimal numbers in the Answer arsir (128 +64 +8 +4 +1)
• Each binary marked “1” will be counted, while the binary is marked “0” is not counted, alias “0” also.

2. 00111100 (2)
Binary 0 0 1 1 1 1 0 0 00111100
0 0 0 32 16 8 4 0 0 60
Rank 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Changing Decimal to binary number
To change the decimal numbers into binary numbers are used the method with the number 2 while the rest observe.
Note for example!
1. 205 (10)
205: 2 = 102 remainder 1
102: 2 = 51 remainder 0
51: 2 = 25 remainder 1
25: 2 = 12 remainder 1
12: 2 = 6 remainder 0
6: 2 = 3 remainder 0
3: 2 = 1 remainder 1
 1 as the rest of the final “1”

Note:
To write down the notation binernya, reading is done from the bottom which means that 11,001,101 (2)

2. 60 (10)
60: 2 = 30 remainder 0
30: 2 = 15 remainder 0
15: 2 = 7 remainder 1
7: 2 = 3 remainder 1
3: 2 = 1 remainder 1
 1 as the rest of the final “1”
Note:
Read from the bottom to be 111,100 (2) or is often written with 00,111,100 (2). Remember umumnnya form refers to 8 digits! 111100 if (this 6-digit) to 00111100 (this is 8 digits).

Binary arithmetic
In this section will discuss the Answer and binary. Binary multiplication is the repetition of the Answer and will also discuss the reduction of binary based on the idea or ideas complement.

Answer binary
Answer binary is not so much with the Answer decimal. Note the example Answer decimal between 167 and 235!
1  7 + 5 = 12, write “2” under and lift the “1” to the top!
167
235
—- +
402

As a decimal number, binary number also note in the same way. First is that the rules must be paired binary digits below:
0 + 0 = 0
0 + 1 = 1
1 + 1 = 0 and save  1

notes that as the number of the last two are:
1 + 1 + 1 = 1  with 1 save

With only the Answer-Answer the above, we can do Answer binary as shown below:
1111  “reserve 1” re-remember the rules above!
 binary number 01011011 to 91
 binary number 01001110 to 78
———— +
10101001  Number of 91 + 78 = 169

Please review the rules of binary digit pair mentioned above!

Sample Answer binary consisting of a 5!
11,101 the number 1)
10,110 the number 2)
1100 the number 3)
11,011 the number 4)
1001 the number 5)
——– +

for menjumlahkannya, we calculated based on the rules that apply, and for the calculation more easily done gradually!

What is the number of decimal
for the 1,2,3,4 and 5!
11,101 the number 1)
10,110 the number 2)
——- +
110011
1100 the number 3)
——- +
111111
11,011 the number 4)
——- +
011010
1001 the number 5)
——- +
 End Number 1100011.

now try to specify how numbers 1,2,3,4 and 5! Whether the above calculation is correct?

Binary reduction
Decimal reduction of the number 73426 – 9185 will result in:

73426  see! Number 7 and number 4 was reduced with 1
9185  decimal digit subtrahend.
——— —
The reduction of 64,241  end.

General reduction in the form of:
0 – 0 = 0
1 – 0 = 0
1 – 1 = 0
0 – 1 = 1  with borrowed’1 ‘from the digits to the left!

For the reduction of binary can be done in the same way. Try to note the reduction in the following form:

1111011  decimal 123
101001  decimal 41
——— —
1010010  decimal 82

In the example above does not happen “the concept of borrowing.” Consider the following examples!

0  3-column to have a’0 ‘, have been borrowed!
111101  decimal 61
10010  decimal 18
———— —
Results  101,011 reduction last 43.

On this second issue we borrow’1 ‘from column 3, because no difference in columns 0-1 to-2. View Public shape!

7999  results loan
800046
397261
——— —
402705

For example reduction of binary numbers 110001 – 1010 results will be obtained as follows:

1100101
1010
———- —
100111

Supplement
One of the methods used in the reduction of the computer to be transformed by using the Answer minusradiks-one supplement or complement radiks. First, we complement in the decimal system, where complement-complement in a sequence is called the complement nine and ten complement (complement in the binary system with a single supplement and complement the two). Now the most important is this principle embed:

“Complement of nine decimal number obtained by subtract each digit to the decimal number 9, while the supplement is a supplement of ten nine-plus 1”

See examples of fact!
Decimal Numbers 123 651 914
Nine supplement 876 348 085
Ten supplement 877 349 086  plus 1!

Note the relationship between numbers and komplemennya is symmetrical. Thus, by considering the above example, 9 out of 123 supplement is made simple with the 876 number = 9 (1 +8 = 9, 2 +7 = 9, 3 +6 = 9)!
Meanwhile, 10 supplement 1 obtained by adding a supplement to the 9, it means that 876 +1 = 877!

Decimal reduction can be carried out with the Answer nine plus one supplement, or complement of ten Answer!

893 893 893
321 678 (komp. 9) 679 (komp. 10)
—- – —- + —- +
572 1571 1572
1
—- +
572  number 1 is removed!

Analogy that can be taken from the calculation above is a complement, one’s complement binary number obtained by way reduce each binary digit to the number 1, or with the language sederhananya change the 0 to 1 or change the 1 into 0 . While the supplement is a two plus one. Note the example.!
Binary number 110011 101010 011100
One complement 001100 010101 100011
Two complement 001101 010110 100100
Binary reduction 110001 – 1010 akan we study in the example below!
110001 110001 110001
001010 110101 110110
——— – ——— + ——— +
100111 100111 1100111
removed!

Theoretical reason why a supplement is done, attention can be explained with a speedometer car / motorcycle with four digits are read zero!

System octal and hex Decimal
Numbers is the octal base 8, while the number or hexadecimal often abbreviated into heks. This is based on the number 16. Because octal and heks is the designation of the two, they have a very close relationship. octal and hexadecimal principles related to the binary!
1. Change the number 63058 into the octal binary!

6 3 0 5  octal
110 011 000 101  binary
Note:
• Each digit octal ekivalens replaced with 3 bits (binary)
• For more details, see table below octal digits!

2. Change the heks 5D9316 into binary numbers!

heks  binary
5  0101
D  1101
9  1001
3  0011

Note:
• So the number to binary heks 5D9316 is 0101110110010011
• For more details, see table below Hexadecimal Digits!

3. 1010100001101 change the binary into octal number!

001 010 100 001 101  binary
3 2 4 1 5  octal
Note:
• Group the binary number into 3-bit right from the start!

4. Change the binary number 101101011011001011 become heks!
0010 1101 0110 1100 1011  binary
2 D 6 CB  heks

Table Digit octal
3-digit octal Ekivalens-Bit
0 000
1 001
2 010
3 011
4 100
5 101
6 110
7 111

Table Hexadecimal Digits
Decimal Digits Ekivalens 4-Bit
0 0000
1 0001
2 0010
3 0011
4 0100
5 0101
6 0110
7 0111
8 1000
9 1001
A (10) 1010
B (11) 1011
C (12) 1100
D (13) 1101
E (14) 1110
F (15) 1111

Binary number

As an example of the decimal number 157 to:

157 (10) = (1 x 100) + (5 x 10) + (7 x 1)

Note! decimal number is often called a base 10. This is because perpangkatan 10 obtained from 100, 101, 102, ff.

Understanding binary concept and Decimal Numbers

Fundamental difference from the binary and decimal method is associated with the base. If a decimal-based 10 (X10) berpangkatkan 10x, then the binary number to base 2 (X2) using perpangkatan 2x. Sederhananya note the example below!

To Decimal:

14 (10) = (1 x 101) + (4 x 100)

= 10 + 4

= 14

To binary:

1110 (2) = (1 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20)
= 8 + 4 + 2 + 0
= 14

General form of the binary and decimal numbers are:

Binary 1 1 1 1 1 1 1 1 11111111
Decimal 128 64 32 16 8 4 2 1 255
Rank 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Now we return to the example problem above! How did we get the decimal number 14 (10) into binary number 1110 (2)?

Let’s see more generally in the form!
Binary 0 0 0 0 1 1 1 0 00001110
Decimal 0 0 0 0 8 4 2 0 14
Rank 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Let’s browse through slowly!
• Firstly, we jumlahkan numbers in decimal, so a 14. you see the numbers that resulted in a number 14 is 8, 4, and 2!
• For the numbers that form the number 14 (see figures diarsir), marked binary “1”, the rest were given a “0”.
• So, if read from right, decimal number 14 will be 00001110 (sometimes read in 1110) in its binary digits.

Change binary to Decimal Numbers

Note the example!

1. 11001101 (2)

Binary 1 1 0 0 1 1 0 1 11001101
Decimal 128 64 0 0 8 4 0 1 205
Rank 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Note:

• Figures obtained from 205 decimal numbers in the Answer arsir (128 +64 +8 +4 +1)
• Each binary marked “1” will be counted, while the binary is marked “0” is not counted, alias “0” also.

2. 00111100 (2)

Binary 0 0 1 1 1 1 0 0 00111100
0 0 0 32 16 8 4 0 0 60
Rank 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Changing Decimal to binary number

To change the decimal numbers into binary numbers are used the method with the number 2 while the rest observe.

Note for example!

1. 205 (10)

205: 2 = 102 remainder 1
102: 2 = 51 remainder 0
51: 2 = 25 remainder 1
25: 2 = 12 remainder 1
12: 2 = 6 remainder 0
6: 2 = 3 remainder 0
3: 2 = 1 remainder 1
À 1 as the remaining end of the “1”

Note:
To write down the notation binernya, reading is done from the bottom which means that 11,001,101 (2)

2. 60 (10)

60: 2 = 30 remainder 0
30: 2 = 15 remainder 0
15: 2 = 7 remainder 1
7: 2 = 3 remainder 1
3: 2 = 1 remainder 1
À 1 as the remaining end of the “1”

Note:
Read from the bottom to be 111,100 (2) or is often written with 00,111,100 (2). Remember umumnnya form refers to 8 digits! 111100 if (this 6-digit) to 00111100 (this is 8 digits).

Binary arithmetic

In this section will discuss the Answer and binary. Binary multiplication is the repetition of the Answer and will also discuss the reduction of binary based on the idea or ideas complement.

Answer binary

Answer binary is not so much with the Answer decimal. Note the example Answer decimal between 167 and 235!

1 7 + 5 = 12, write “2” under and lift the “1” to the top!

167
235
—- +
402

As a decimal number, binary number also note in the same way. First is that the rules must be paired binary digits below:

0 + 0 = 0
0 + 1 = 1
1 + 1 = 0 0 and save 1
notes that as the number of the last two are:
1 + 1 + 1 = 1 to save 1 à

With only the Answer-Answer the above, we can do Answer binary as shown below:

1 1111 0 “reserve 1” re-remember the rules above!

Binary number 01011011 to 91
Binary number 01001110 to 78
———— +
10101001 à Number of 91 + 78 = 169

Please review the rules of binary digit pair mentioned above!

Sample Answer binary consisting of a 5!

11,101 the number 1)
10,110 the number 2)
1100 the number 3)
11,011 the number 4)
1001 the number 5)

——– +

for menjumlahkannya, we calculated based on the rules that apply, and for the calculation more easily done gradually!

11,101 the number 1)
10,110 the number 2)
——- +
110011
1100 the number 3)
——- +
111111
11,011 the number 4)
——- +
011010
1001 the number 5)
——- +
1100011 à Number of End.
now try to specify how numbers 1,2,3,4 and 5! Whether the above calculation is correct?

Binary reduction
Decimal reduction of the number 73426 – 9185 will result in:

73426 à see! Number 7 and number 4 was reduced with 1
9185 à subtrahend digit decimal.
——— —
Results 64241 à final reduction.

General reduction in the form of:
0 – 0 = 0
1 – 0 = 0
1 – 1 = 0
0 – 1 = 1 with a borrow’1 ‘from the digits to the left!

For the reduction of binary can be done in the same way. Try to note the reduction in the following form:
1111011 à 123 decimal
101,001 decimal à 41
——— —
1010010 à 82 decimal

In the example above does not happen “the concept of borrowing.” Consider the following examples!
0 à 3-column to have a’0 ‘, have been borrowed!
111,101 decimal à 61
10,010 decimal à 18
———— —
À reduction of 101,011 Results end 43.

On this second issue we borrow’1 ‘from column 3, because no difference in columns 0-1 to-2. View Public shape!

7999 à result of loan
800046
397261
——— —
402705

For example reduction of binary numbers 110001 – 1010 results will be obtained as follows:
1100101
1010
———- —
100111

Supplement
One of the methods used in the reduction of the computer to be transformed by using the Answer minusradiks-one supplement or complement radiks. First, we complement in the decimal system, where complement-complement in a sequence is called the complement nine and ten complement (complement in the binary system with a single supplement and complement the two). Now the most important is this principle embed:
“Complement of nine decimal number obtained by subtract each digit to the decimal number 9, while the supplement is a supplement of ten nine-plus 1”
See examples of fact!
Decimal Numbers 123 651 914
Nine supplement 876 348 085
Ten supplement 877 349 086 plus the 1!

Note the relationship between numbers and komplemennya is symmetrical. Thus, by considering the above example, 9 out of 123 supplement is made simple with the 876 number = 9 (1 +8 = 9, 2 +7 = 9, 3 +6 = 9)!
Meanwhile, 10 supplement 1 obtained by adding a supplement to the 9, it means that 876 +1 = 877!

Decimal reduction can be carried out with the Answer nine plus one supplement, or complement of ten Answer!

893 893 893
321 678 (komp. 9) 679 (komp. 10)
—- – —- + —- +
572 1571 1572
1
—- +
572 number 1 is removed!

Analogy that can be taken from the calculation above is a complement, one’s complement binary number obtained by way reduce each binary digit to the number 1, or with the language sederhananya change the 0 to 1 or change the 1 into 0 . While the supplement is a two plus one. Note the example.!

Binary number 110011 101010 011100
One complement 001100 010101 100011
Two complement 001101 010110 100100

Binary reduction 110001 – 1010 akan we study in the example below!
110001 110001 110001
001010 110101 110110
——— – ——— + ——— +
100111 100111 1100111
removed!

Theoretical reason why a supplement is done, attention can be explained with a speedometer car / motorcycle with four digits are read zero!

System octal and hex Decimal
Numbers is the octal base 8, while the number or hexadecimal often abbreviated into heks. This is based on the number 16. Because octal and heks is the designation of the two, they have a very close relationship. octal and hexadecimal principles related to the binary!
1. Change the number 63058 into the octal binary!
6 3 0 5 à octal
110 011 000 101 à binary
Note:
• Each digit octal ekivalens replaced with 3 bits (binary)
• For more details, see table below octal digits!
2. Change the heks 5D9316 into binary numbers!
heks binary
5 0101
D 1101
9 1001
3 0011
Note:
• So the number to binary heks 5D9316 is 0101110110010011
• For more details, see table below Hexadecimal Digits!
3. 1010100001101 change the binary into octal number!
001 010 100 001 101 à binary
3 2 4 1 5 à octal
Note:
• Group the binary number into 3-bit right from the start!
4. Change the binary number 101101011011001011 become heks!
0010 1101 0110 1100 1011 à binary
2 D 6 CB à heks
Table Digit octal
3-digit octal Ekivalens-Bit
0 000
1 001
2 010
3 011
4 100
5 101
6 110
7 111
Table Hexadecimal Digits
Decimal Digits Ekivalens 4-Bit
0 0000
1 0001
2 0010
3 0011
4 0100
5 0101
6 0110
7 0111
8 1000
9 1001
A (10) 1010
B (11) 1011
C (12) 1100
D (13) 1101
E (14) 1110
F (15) 1111

1. Nyatakanlah-number decimal number system in the following numbers:
a. Binary, b. Octal, c. Hexadecimal.
5 11 38 1075 3500 1 0.35 3,625 4.33
2. Tentukanlah kompelemen 1 and kompelemen 2 of the following binary numbers:
1010 1101 11010100 1001001
3. Tentukanlah kompelemen 9 and kompelemen decimal number 10 of the following:
21 139 2400 9101
4. Tentukanlah kompelemen 7 and kompelemen 8 of the octal number of the following:
21 137 320 161
5. Tentukanlah kompelemen 15, and 16 of the kompelemen Hexadecimal:
BAC B3F 120 1A1
6. With 8-bit word length and bit the left states a sign, and 0 = positive 1 = negative, nyatakanlah number-decimal numbers in binary with the following use kompelemen 1 and kompelemen 2:
7 -11 -27
7. In a system using 16 bit word size, price tentukanlah-decimal number from the following:
Binary: 0100 1101 1100 1000; 1011 0100 1010 0101
Octal: 73; 201; 172
Hexadecimal: 6B; A5; 7C
8. Answer with the operation, conducted a reduction in the following:
Decimal: 125 – 32; 15 – 72
Binary: 1001 – 1000; 1001 – 1110
(8-bit word length)

Bilangan Biner
Sebagai contoh dari bilangan desimal, untuk angka 157:
157(10) = (1 x 100) + (5 x 10) + (7 x 1)

Perhatikan! bilangan desimal ini sering juga disebut basis 10. Hal ini dikarenakan perpangkatan 10 yang didapat dari 100, 101, 102, dst.

Mengenal Konsep Bilangan Biner dan Desimal
Perbedaan mendasar dari metoda biner dan desimal adalah berkenaan dengan basis. Jika desimal berbasis 10 (X10) berpangkatkan 10x, maka untuk bilangan biner berbasiskan 2 (X2) menggunakan perpangkatan 2x. Sederhananya perhatikan contoh di bawah ini!
Untuk Desimal:
14(10) = (1 x 101) + (4 x 100)
= 10 + 4
= 14

Untuk Biner:
1110(2) = (1 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20)
= 8 + 4 + 2 + 0
= 14

Bentuk umum dari bilangan biner dan bilangan desimal adalah :
Biner 1 1 1 1 1 1 1 1 11111111
Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1 255
Pangkat 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Sekarang kita balik lagi ke contoh soal di atas! Darimana kita dapatkan angka desimal 14(10) menjadi angka biner 1110(2)?
Mari kita lihat lagi pada bentuk umumnya!
Biner 0 0 0 0 1 1 1 0 00001110
Desimal 0 0 0 0 8 4 2 0 14
Pangkat 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Mari kita telusuri perlahan-lahan!
• Pertama sekali, kita jumlahkan angka pada desimal sehingga menjadi 14. anda lihat angka-angka yang menghasilkan angka 14 adalah 8, 4, dan 2!
• Untuk angka-angka yang membentuk angka 14 (lihat angka yang diarsir), diberi tanda biner “1”, selebihnya diberi tanda “0”.
• Sehingga kalau dibaca dari kanan, angka desimal 14 akan menjadi 00001110 (terkadang dibaca 1110) pada angka biner nya.

Mengubah Angka Biner ke Desimal
Perhatikan contoh!
1. 11001101(2)
Biner 1 1 0 0 1 1 0 1 11001101
Desimal 128 64 0 0 8 4 0 1 205
Pangkat 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Note:
• Angka desimal 205 didapat dari penjumlahan angka yang di arsir (128+64+8+4+1)
• Setiap biner yang bertanda “1” akan dihitung, sementara biner yang bertanda “0” tidak dihitung, alias “0” juga.

2. 00111100(2)
Biner 0 0 1 1 1 1 0 0 00111100
0 0 0 32 16 8 4 0 0 60
Pangkat 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Mengubah Angka Desimal ke Biner
Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode pembagian dengan angka 2 sambil memperhatikan sisanya.
Perhatikan contohnya!
1. 205(10)
205 : 2 = 102 sisa 1
102 : 2 = 51 sisa 0
51 : 2 = 25 sisa 1
25 : 2 = 12 sisa 1
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
1  sebagai sisa akhir “1”

Note:
Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 11001101(2)

2. 60(10)
60 : 2 = 30 sisa 0
30 : 2 = 15 sisa 0
15 : 2 = 7 sisa 1
7 : 2 = 3 sisa 1
3 : 2 = 1 sisa 1
1  sebagai sisa akhir “1”
Note:
Dibaca dari bawah menjadi 111100(2) atau lazimnya dituliskan dengan 00111100(2). Ingat bentuk umumnnya mengacu untuk 8 digit! Kalau 111100 (ini 6 digit) menjadi 00111100 (ini sudah 8 digit).

Aritmatika Biner
Pada bagian ini akan membahas penjumlahan dan pengurangan biner. Perkalian biner adalah pengulangan dari penjumlahan; dan juga akan membahas pengurangan biner berdasarkan ide atau gagasan komplemen.

Penjumlahan Biner
Penjumlahan biner tidak begitu beda jauh dengan penjumlahan desimal. Perhatikan contoh penjumlahan desimal antara 167 dan 235!
1  7 + 5 = 12, tulis “2” di bawah dan angkat “1” ke atas!
167
235
—- +
402

Seperti bilangan desimal, bilangan biner juga dijumlahkan dengan cara yang sama. Pertama-tama yang harus dicermati adalah aturan pasangan digit biner berikut:
0 + 0 = 0
0 + 1 = 1
1 + 1 = 0  dan menyimpan 1

sebagai catatan bahwa jumlah dua yang terakhir adalah :
1 + 1 + 1 = 1  dengan menyimpan 1

Dengan hanya menggunakan penjumlahan-penjumlahan di atas, kita dapat melakukan penjumlahan biner seperti ditunjukkan di bawah ini:
1111  “simpanan 1” ingat kembali aturan di atas!
01011011  bilangan biner untuk 91
01001110  bilangan biner untuk 78
———— +
10101001  Jumlah dari 91 + 78 = 169

Silahkan pelajari aturan-aturan pasangan digit biner yang telah disebutkan di atas!

Contoh penjumlahan biner yang terdiri dari 5 bilangan!
11101 bilangan 1)
10110 bilangan 2)
1100 bilangan 3)
11011 bilangan 4)
1001 bilangan 5)
——– +

untuk menjumlahkannya, kita hitung berdasarkan aturan yang berlaku, dan untuk lebih mudahnya perhitungan dilakukan bertahap!

Berapakah bilangan desimal
untuk bilangan 1,2,3,4 dan 5 !!
11101 bilangan 1)
10110 bilangan 2)
——- +
110011
1100 bilangan 3)
——- +
111111
11011 bilangan 4)
——- +
011010
1001 bilangan 5)
——- +
1100011  Jumlah Akhir .

sekarang coba tentukan berapakah bilangan 1,2,3,4 dan 5! Apakah memang perhitungan di atas sudah benar?

Pengurangan Biner
Pengurangan bilangan desimal 73426 – 9185 akan menghasilkan:

73426  lihat! Angka 7 dan angka 4 dikurangi dengan 1
9185  digit desimal pengurang.
——— –
64241  Hasil pengurangan akhir .

Bentuk Umum pengurangan :
0 – 0 = 0
1 – 0 = 0
1 – 1 = 0
0 – 1 = 1  dengan meminjam ‘1’ dari digit disebelah kirinya!

Untuk pengurangan biner dapat dilakukan dengan cara yang sama. Coba perhatikan bentuk pengurangan berikut:

1111011  desimal 123
101001  desimal 41
——— –
1010010  desimal 82

Pada contoh di atas tidak terjadi “konsep peminjaman”. Perhatikan contoh berikut!

0  kolom ke-3 sudah menjadi ‘0’, sudah dipinjam!
111101  desimal 61
10010  desimal 18
———— –
101011  Hasil pengurangan akhir 43 .

Pada soal yang kedua ini kita pinjam ‘1’ dari kolom 3, karena ada selisih 0-1 pada kolom ke-2. Lihat Bentuk Umum!

7999  hasil pinjaman
800046
397261
——— –
402705

Sebagai contoh pengurangan bilangan biner 110001 – 1010 akan diperoleh hasil sebagai berikut:

1100101
1010
———- –
100111

Komplemen
Salah satu metoda yang dipergunakan dalam pengurangan pada komputer yang ditransformasikan menjadi penjumlahan dengan menggunakan minusradiks-komplemen satu atau komplemen radiks. Pertama-tama kita bahas komplemen di dalam sistem desimal, dimana komplemen-komplemen tersebut secara berurutan disebut dengan komplemen sembilan dan komplemen sepuluh (komplemen di dalam system biner disebut dengan komplemen satu dan komplemen dua). Sekarang yang paling penting adalah menanamkan prinsip ini:

“Komplemen sembilan dari bilangan desimal diperoleh dengan mengurangkan masing-masing digit desimal tersebut ke bilangan 9, sedangkan komplemen sepuluh adalah komplemen sembilan ditambah 1”

Lihat contoh nyatanya!
Bilangan Desimal 123 651 914
Komplemen Sembilan 876 348 085
Komplemen Sepuluh 877 349 086  ditambah dengan 1!

Perhatikan hubungan diantara bilangan dan komplemennya adalah simetris. Jadi, dengan memperhatikan contoh di atas, komplemen 9 dari 123 adalah 876 dengan simple menjadikan jumlahnya = 9 ( 1+8=9, 2+7=9 , 3+6=9 )!
Sementara komplemen 10 didapat dengan menambahkan 1 pada komplemen 9, berarti 876+1=877!

Pengurangan desimal dapat dilaksanakan dengan penjumlahan komplemen sembilan plus satu, atau penjumlahan dari komplemen sepuluh!

893 893 893
321 678 (komp. 9) 679 (komp. 10)
—- – —- + —- +
572 1571 1572
1
—- +
572  angka 1 dihilangkan!

Analogi yang bisa diambil dari perhitungan komplemen di atas adalah, komplemen satu dari bilangan biner diperoleh dengan jalan mengurangkan masing-masing digit biner tersebut ke bilangan 1, atau dengan bahasa sederhananya mengubah masing-masing 0 menjadi 1 atau sebaliknya mengubah masing-masing 1 menjadi 0. Sedangkan komplemen dua adalah satu plus satu. Perhatikan Contoh .!
Bilangan Biner 110011 101010 011100
Komplemen Satu 001100 010101 100011
Komplemen Dua 001101 010110 100100
Pengurangan biner 110001 – 1010 akan kita telaah pada contoh di bawah ini!
110001 110001 110001
001010 110101 110110
——— – ——— + ——— +
100111 100111 1100111
dihilangkan!

Alasan teoritis mengapa cara komplemen ini dilakukan, dapat dijelaskan dengan memperhatikan sebuah speedometer mobil/motor dengan empat digit sedang membaca nol!

Sistem Oktal dan Heksa Desimal
Bilangan oktal adalah bilangan dasar 8, sedangkan bilangan heksadesimal atau sering disingkat menjadi heks. ini adalah bilangan berbasis 16. Karena oktal dan heks ini merupakan pangkat dari dua, maka mereka memiliki hubungan yang sangat erat. oktal dan heksadesimal berkaitan dengan prinsip biner!
1. Ubahlah bilangan oktal 63058 menjadi bilangan biner !

6 3 0 5  oktal
110 011 000 101  biner
Note:
• Masing-masing digit oktal diganti dengan ekivalens 3 bit (biner)
• Untuk lebih jelasnya lihat tabel Digit Oktal di bawah!

2. Ubahlah bilangan heks 5D9316 menjadi bilangan biner !

heks  biner
5  0101
D  1101
9  1001
3  0011

Note:
• Jadi bilangan biner untuk heks 5D9316 adalah 0101110110010011
• Untuk lebih jelasnya lihat tabel Digit Heksadesimal di bawah!

3. Ubahlah bilangan biner 1010100001101 menjadi bilangan oktal !

001 010 100 001 101  biner
3 2 4 1 5  oktal
Note:
• Kelompokkan bilangan biner yang bersangkutan menjadi 3-bit mulai dari kanan!

4. Ubahlah bilangan biner 101101011011001011 menjadi bilangan heks !
0010 1101 0110 1100 1011  biner
2 D 6 C B  heks

Tabel Digit Oktal
Digit Oktal Ekivalens 3-Bit
0 000
1 001
2 010
3 011
4 100
5 101
6 110
7 111

Tabel Digit Heksadesimal
Digit Desimal Ekivalens 4-Bit
0 0000
1 0001
2 0010
3 0011
4 0100
5 0101
6 0110
7 0111
8 1000
9 1001
A (10) 1010
B (11) 1011
C (12) 1100
D (13) 1101
E (14) 1110
F (15) 1111

Bilangan Biner

Sebagai contoh dari bilangan desimal, untuk angka 157:

157(10) = (1 x 100) + (5 x 10) + (7 x 1)

Perhatikan! bilangan desimal ini sering juga disebut basis 10. Hal ini dikarenakan perpangkatan 10 yang didapat dari 100, 101, 102, dst.

Mengenal Konsep Bilangan Biner dan Desimal

Perbedaan mendasar dari metoda biner dan desimal adalah berkenaan dengan basis. Jika desimal berbasis 10 (X10) berpangkatkan 10x, maka untuk bilangan biner berbasiskan 2 (X2) menggunakan perpangkatan 2x. Sederhananya perhatikan contoh di bawah ini!

Untuk Desimal:

14(10) = (1 x 101) + (4 x 100)

= 10 + 4

= 14

Untuk Biner:

1110(2) = (1 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20)
= 8 + 4 + 2 + 0
= 14

Bentuk umum dari bilangan biner dan bilangan desimal adalah :

Biner 1 1 1 1 1 1 1 1 11111111
Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1 255
Pangkat 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Sekarang kita balik lagi ke contoh soal di atas! Darimana kita dapatkan angka desimal 14(10) menjadi angka biner 1110(2)?

Mari kita lihat lagi pada bentuk umumnya!
Biner 0 0 0 0 1 1 1 0 00001110
Desimal 0 0 0 0 8 4 2 0 14
Pangkat 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Mari kita telusuri perlahan-lahan!
• Pertama sekali, kita jumlahkan angka pada desimal sehingga menjadi 14. anda lihat angka-angka yang menghasilkan angka 14 adalah 8, 4, dan 2!
• Untuk angka-angka yang membentuk angka 14 (lihat angka yang diarsir), diberi tanda biner “1”, selebihnya diberi tanda “0”.
• Sehingga kalau dibaca dari kanan, angka desimal 14 akan menjadi 00001110 (terkadang dibaca 1110) pada angka biner nya.

Mengubah Angka Biner ke Desimal

Perhatikan contoh!

1. 11001101(2)

Biner 1 1 0 0 1 1 0 1 11001101
Desimal 128 64 0 0 8 4 0 1 205
Pangkat 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Note:

• Angka desimal 205 didapat dari penjumlahan angka yang di arsir (128+64+8+4+1)
• Setiap biner yang bertanda “1” akan dihitung, sementara biner yang bertanda “0” tidak dihitung, alias “0” juga.

2. 00111100(2)

Biner 0 0 1 1 1 1 0 0 00111100
0 0 0 32 16 8 4 0 0 60
Pangkat 27 26 25 24 23 22 21 20 X1-7

Mengubah Angka Desimal ke Biner

Untuk mengubah angka desimal menjadi angka biner digunakan metode pembagian dengan angka 2 sambil memperhatikan sisanya.

Perhatikan contohnya!

1. 205(10)

205 : 2 = 102 sisa 1
102 : 2 = 51 sisa 0
51 : 2 = 25 sisa 1
25 : 2 = 12 sisa 1
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
1 à sebagai sisa akhir “1”

Note:
Untuk menuliskan notasi binernya, pembacaan dilakukan dari bawah yang berarti 11001101(2)

2. 60(10)

60 : 2 = 30 sisa 0
30 : 2 = 15 sisa 0
15 : 2 = 7 sisa 1
7 : 2 = 3 sisa 1
3 : 2 = 1 sisa 1
1 à sebagai sisa akhir “1”

Note:
Dibaca dari bawah menjadi 111100(2) atau lazimnya dituliskan dengan 00111100(2). Ingat bentuk umumnnya mengacu untuk 8 digit! Kalau 111100 (ini 6 digit) menjadi 00111100 (ini sudah 8 digit).

Aritmatika Biner

Pada bagian ini akan membahas penjumlahan dan pengurangan biner. Perkalian biner adalah pengulangan dari penjumlahan; dan juga akan membahas pengurangan biner berdasarkan ide atau gagasan komplemen.

Penjumlahan Biner

Penjumlahan biner tidak begitu beda jauh dengan penjumlahan desimal. Perhatikan contoh penjumlahan desimal antara 167 dan 235!

1 7 + 5 = 12, tulis “2” di bawah dan angkat “1” ke atas!

167
235
—- +
402

Seperti bilangan desimal, bilangan biner juga dijumlahkan dengan cara yang sama. Pertama-tama yang harus dicermati adalah aturan pasangan digit biner berikut:

0 + 0 = 0
0 + 1 = 1
1 + 1 = 0 0 dan menyimpan 1
sebagai catatan bahwa jumlah dua yang terakhir adalah :
1 + 1 + 1 = 1 à dengan menyimpan 1

Dengan hanya menggunakan penjumlahan-penjumlahan di atas, kita dapat melakukan penjumlahan biner seperti ditunjukkan di bawah ini:

1 1111 0 “simpanan 1” ingat kembali aturan di atas!

01011011 bilangan biner untuk 91
01001110 bilangan biner untuk 78
———— +
10101001 à Jumlah dari 91 + 78 = 169

Silahkan pelajari aturan-aturan pasangan digit biner yang telah disebutkan di atas!

Contoh penjumlahan biner yang terdiri dari 5 bilangan!

11101 bilangan 1)
10110 bilangan 2)
1100 bilangan 3)
11011 bilangan 4)
1001 bilangan 5)

——– +

untuk menjumlahkannya, kita hitung berdasarkan aturan yang berlaku, dan untuk lebih mudahnya perhitungan dilakukan bertahap!

11101 bilangan 1)
10110 bilangan 2)
——- +
110011
1100 bilangan 3)
——- +
111111
11011 bilangan 4)
——- +
011010
1001 bilangan 5)
——- +
1100011 à Jumlah Akhir .
sekarang coba tentukan berapakah bilangan 1,2,3,4 dan 5! Apakah memang perhitungan di atas sudah benar?

Pengurangan Biner
Pengurangan bilangan desimal 73426 – 9185 akan menghasilkan:

73426 à lihat! Angka 7 dan angka 4 dikurangi dengan 1
9185 à digit desimal pengurang.
——— –
64241 à Hasil pengurangan akhir .

Bentuk Umum pengurangan :
0 – 0 = 0
1 – 0 = 0
1 – 1 = 0
0 – 1 = 1 dengan meminjam ‘1’ dari digit disebelah kirinya!

Untuk pengurangan biner dapat dilakukan dengan cara yang sama. Coba perhatikan bentuk pengurangan berikut:
1111011 à desimal 123
101001 à desimal 41
——— –
1010010 à desimal 82

Pada contoh di atas tidak terjadi “konsep peminjaman”. Perhatikan contoh berikut!
0 à kolom ke-3 sudah menjadi ‘0’, sudah dipinjam!
111101 à desimal 61
10010 à desimal 18
———— –
101011 à Hasil pengurangan akhir 43 .

Pada soal yang kedua ini kita pinjam ‘1’ dari kolom 3, karena ada selisih 0-1 pada kolom ke-2. Lihat Bentuk Umum!

7999 à hasil pinjaman
800046
397261
——— –
402705

Sebagai contoh pengurangan bilangan biner 110001 – 1010 akan diperoleh hasil sebagai berikut:
1100101
1010
———- –
100111

Komplemen
Salah satu metoda yang dipergunakan dalam pengurangan pada komputer yang ditransformasikan menjadi penjumlahan dengan menggunakan minusradiks-komplemen satu atau komplemen radiks. Pertama-tama kita bahas komplemen di dalam sistem desimal, dimana komplemen-komplemen tersebut secara berurutan disebut dengan komplemen sembilan dan komplemen sepuluh (komplemen di dalam system biner disebut dengan komplemen satu dan komplemen dua). Sekarang yang paling penting adalah menanamkan prinsip ini:
“Komplemen sembilan dari bilangan desimal diperoleh dengan mengurangkan masing-masing digit desimal tersebut ke bilangan 9, sedangkan komplemen sepuluh adalah komplemen sembilan ditambah 1”
Lihat contoh nyatanya!
Bilangan Desimal 123 651 914
Komplemen Sembilan 876 348 085
Komplemen Sepuluh 877 349 086 ditambah dengan 1!

Perhatikan hubungan diantara bilangan dan komplemennya adalah simetris. Jadi, dengan memperhatikan contoh di atas, komplemen 9 dari 123 adalah 876 dengan simple menjadikan jumlahnya = 9 ( 1+8=9, 2+7=9 , 3+6=9 )!
Sementara komplemen 10 didapat dengan menambahkan 1 pada komplemen 9, berarti 876+1=877!

Pengurangan desimal dapat dilaksanakan dengan penjumlahan komplemen sembilan plus satu, atau penjumlahan dari komplemen sepuluh!

893 893 893
321 678 (komp. 9) 679 (komp. 10)
—- – —- + —- +
572 1571 1572
1
—- +
572 angka 1 dihilangkan!

Analogi yang bisa diambil dari perhitungan komplemen di atas adalah, komplemen satu dari bilangan biner diperoleh dengan jalan mengurangkan masing-masing digit biner tersebut ke bilangan 1, atau dengan bahasa sederhananya mengubah masing-masing 0 menjadi 1 atau sebaliknya mengubah masing-masing 1 menjadi 0. Sedangkan komplemen dua adalah satu plus satu. Perhatikan Contoh .!

Bilangan Biner 110011 101010 011100
Komplemen Satu 001100 010101 100011
Komplemen Dua 001101 010110 100100

Pengurangan biner 110001 – 1010 akan kita telaah pada contoh di bawah ini!
110001 110001 110001
001010 110101 110110
——— – ——— + ——— +
100111 100111 1100111
dihilangkan!

Alasan teoritis mengapa cara komplemen ini dilakukan, dapat dijelaskan dengan memperhatikan sebuah speedometer mobil/motor dengan empat digit sedang membaca nol!

Sistem Oktal dan Heksa Desimal
Bilangan oktal adalah bilangan dasar 8, sedangkan bilangan heksadesimal atau sering disingkat menjadi heks. ini adalah bilangan berbasis 16. Karena oktal dan heks ini merupakan pangkat dari dua, maka mereka memiliki hubungan yang sangat erat. oktal dan heksadesimal berkaitan dengan prinsip biner!
1. Ubahlah bilangan oktal 63058 menjadi bilangan biner !
6 3 0 5 à oktal
110 011 000 101 à biner
Note:
• Masing-masing digit oktal diganti dengan ekivalens 3 bit (biner)
• Untuk lebih jelasnya lihat tabel Digit Oktal di bawah!
2. Ubahlah bilangan heks 5D9316 menjadi bilangan biner !
heks biner
5 0101
D 1101
9 1001
3 0011
Note:
• Jadi bilangan biner untuk heks 5D9316 adalah 0101110110010011
• Untuk lebih jelasnya lihat tabel Digit Heksadesimal di bawah!
3. Ubahlah bilangan biner 1010100001101 menjadi bilangan oktal !
001 010 100 001 101 à biner
3 2 4 1 5 à oktal
Note:
• Kelompokkan bilangan biner yang bersangkutan menjadi 3-bit mulai dari kanan!
4. Ubahlah bilangan biner 101101011011001011 menjadi bilangan heks !
0010 1101 0110 1100 1011 à biner
2 D 6 C B à heks
Tabel Digit Oktal
Digit Oktal Ekivalens 3-Bit
0 000
1 001
2 010
3 011
4 100
5 101
6 110
7 111
Tabel Digit Heksadesimal
Digit Desimal Ekivalens 4-Bit
0 0000
1 0001
2 0010
3 0011
4 0100
5 0101
6 0110
7 0111
8 1000
9 1001
A (10) 1010
B (11) 1011
C (12) 1100
D (13) 1101
E (14) 1110
F (15) 1111

1. Nyatakanlah bilangan-bilangan desimal berikut dalam sistem bilangan:
a. Biner, b. Oktal, c. Heksadesimal.
5 11 38 1075 35001 0.35 3.625 4.33
2. Tentukanlah kompelemen 1 dan kompelemen 2 dari bilangan biner berikut:
1010 1101 11010100 1001001
3. Tentukanlah kompelemen 9 dan kompelemen 10 dari bilangan desimal berikut:
21 139 2400 9101
4. Tentukanlah kompelemen 7 dan kompelemen 8 dari bilangan Oktal berikut:
21 137 320 161
5. Tentukanlah kompelemen 15 dan kompelemen 16 dari bilangan Heksadesimal:
BAC B3F 120 1A1
6. Dengan panjang kata 8 bit dan bit paling kiri menyatakan tanda, 0= positif dan 1= negatif, nyatakanlah bilangan-bilangan desimal berikut dalam biner dengan menggunakan kompelemen 1 dan kompelemen 2:
7 -11 -27
7. Dalam sistem yang menggunakan ukuran kata 16 bit, tentukanlah harga decimal dari bilangan-bilangan berikut:
Biner : 0100 1101 1100 1000; 1011 0100 1010 0101
Oktal : 73 ; 201 ; 172
Heksadesimal: 6B ; A5 ; 7C
8. Dengan melakukan operasi penjumlahan, laksanakan pengurangan berikut:
Desimal: 125 – 32; 15 – 72
Biner : 1001 – 1000; 1001 – 1110
(panjang kata 8 bit)

Pengantar Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL)

Apabila Kita memperhatikan perkembangan teknologi telekomunikasi

saat ini, maka hampir dapat dipastikan perkembangan yang paling

pesat dalam teknologi telekomunikasi di masa mendatang adalah

multimedia.

Secara terminologi multimedia dapat diartikan sebagai banyak media.

Oleh karena itu layanan yang dibuat bisa dilewatkan melalui banyak

media. Sedangkan secara definitif, multimedia diterjemahkan sebagai

integrasi dari suara, data dan gambar.

Ciri layanan multimedia yang paling utama adalah kebutuhan akan

bandwidth yang sangat besar. Kebutuhan akan bandwidth inilah yang

pada awalnya menjadi permasalahan pada sisi jaringan akses. Akan

tetapi setelah ditemukannya serat optik sebagai media transmisi

dengan kapasitas sangat besar maka permasalahan di atas secara

teknis dapat diatasi.

Namun ironisnya mayoritas jaringan yang tergelar sekarang ini

menggunakan jaringan kabel tembaga. Karenanya dibutuhkan suatu

“injeksi teknologi” untuk meningkatkan kemampuan kabel tembaga

dalam mentransmisikan sinyal informasi.

Sekilas terkesan sangat kontradiktif apabila kita membicarakan kabel

tembaga sebagai media akses dalam komunitas layanan berjalur lebar,

karena kabel tembaga mempunyai keterbatasan dalam

mentransmisikan sinyal berpita lebar.

Sementara itu, dalam sepuluh tahun terakhir ini telah dikembangkan

sejumlah teknik signal processing untuk meningkatkan bit rate dari

transmisi dijital melalui kabel tembaga. Digital subscriber line (DSL)

adalah teknologi modem yang menggunakan saluran telepon twisted

pair existing untuk mentransmisikan data berpita lebar.

Perkembangan dari DSL ini adalah teknologi xDSL yaitu “seri teknologi

broadband” yang memanfaatkan media kabel tembaga untuk

mengalirkan layanan/service berpita lebar. Pada akhirnya teknologi

xDSL ini menjadi suatu teknologi alternatif yang patut

dipertimbangkan secara teknis maupun ekonomis dalam kancah era

multimedia.

Perkembangan Teknologi Jaringan Kabel Tembaga

Kita telah mengetahui modem-modem yang biasa beredar di pasaran

(voice-grade data modem) menggunakan kabel tembaga sebagai

media transmisi fisiknya atau dapat juga dikatakan menggunakan

media transmisi fisik akses tembaga. Voice-grade modem umumnya

mempunyai kecepatan transmisi 28,8 kbps melalui saluran telepon

biasa. Dua puluh tahun yang lalu, karena keterbatasan di lapangan,

kecepatannya hanya berkisar pada 1,2 kbps. Mungkin dulu tidak ada

yang percaya bahwa kecepatan modem bisa mencapai kecepatan 33,6

kbps seperti pada saat ini. Bagaimanapun juga voice-grade modem

masih belum melewati batas lebar pita 3,4 kHz. Sebagai contoh

modem V.34 yang mampu mengalokasikan 10 bit/hz lebar pita,

merupakan suatu gambaran yang cukup menarik dan merupakan

pengembangan produk teknologi yang berupaya mendekati batasbatas

teoritis. Bukan hanya itu, modem V.34 mampu mengirim dan

menerima data secara simultan dalam pita frekuensi yang sama.

Bahkan saat ini modem US. Robotics dengan teknologi X2TM telah

mampu mencapai kecepatan transmisi 56,6 kbps melalui saluran

telepon biasa. Hal ini bisa dicapai sebagai hasil perkembangan yang

begitu maju dari algoritma komunikasi data, pemrosesan sinyal dijital

dan teknologi semikonduktor.

Voice-grade modem beroperasi pada titik pelanggan pada saluran

suara biasa dan mentransmisikan sinyal melalui core network

(jaringan switching utama). Jaringan memperlakukannya persis sama

seperti pada sinyal suara. Ini merupakan keunggulan utamanya,

walaupun berkecepatan lebih rendah, namun dapat disambungkan di

mana saja asalkan ada saluran telepon yang tersedia.

Keterbatasan lebar pita dari kanal suara terutama bukan dikarenakan

oleh saluran pada sisi pelanggan, tetapi disebabkan oleh core network.

Filter pada core network membatasi lebar pita pada kanal suara

sekitar 4,4 khz. Jika tanpa hambatan dari filter ini maka kabel

tembaga (jaringan akses tembaga) mampu melewatkan frekuensi

pada daerah Mhz, meski akan mengalami redaman yang cukup besar.

Redaman yang akan meningkat berbanding lurus dengan kenaikan

frekuensi dan panjang saluran, merupakan faktor pembatas utama

dalam peningkatan kecepatan transmisi data.

Sekilas perkembangan teknologi jaringan akses yang memanfaatkan

kabel tembaga untuk menyalurkan informasi pita lebar adalah sebagai

berikut :

a. Digital Subscriber Line (DSL)

Adalah modem yang biasa digunakan pada layanan ISDN basic rate.

DSL akan mentransmisikan data secara duplex (dalam dua arah

sekaligus), pada kecepatan 160 kbps melalui kabel tembaga (saluran

telepon biasa) dengan rentang sampai 6 km, melakukan multiplex dan

demultiplex aliran data ini dalam 2 kanal B (masing-masing 64 kbps),

satu kanal D (16 kbps) serta mengikutsertakan beberapa overhead

yang diperlukan oleh perangkat terminal. Berdasarkan standar ANSI

T1.601 atau ITU I.431 DSL juga menggunakan echo canceller untuk

memisahkan sinyal yang diterima yang berasal dari pantulan sinyal

yang dikirim. Berikut tabel perkembangan Teknologi DSL:

Jenis Teknologi Akses Bit rate Mode Aplikasi

Digital Subscriber Line

(DSL)

160 kbps duplex ISDN, komunikasi data,

suara

High data rate Digital

Subscriber Line (HDSL)

1,544 Mb–2,048 Mb duplex Layanan T1/E1, WAN,

LAN, akses server

Single line Digital

Subscriber Line (SDSL)

1,544 Mb – 2,048

Mb

duplex Sama dengan HDSL

ditambah akses dasar

pada layanan simetris

16 kbps – 640 kbps upstre

am

Asymmetric Digital

Subscriber Line (ADSL)

1,544 Mb – 8 Mbps downs

tream

Akses internet, video on

demand, akses remote

LAN, Multimedia interaktif

1,5 Mbps – 2,3 Mbps upstre

am

Very high data rate Digital

Subscriber Line (VDSL)

13 Mbps – 52 Mbps downs

tream

Sama dengan ADSL

ditambah dengan HDTV

b. High data rate Digital Subscriber Line (HDSL)

Merupakan teknologi lanjutan dari DSL dan menggunakan 2 twisted

pair cooper cable. HDSL cukup baik digunakan untuk menyalurkan

sinyal T1 atau E1. HDSL menggunakan lebar pita yang lebih sempit

dan tidak membutuhkan repeater seperti saluran T1 atau E1 pada

umumnya. Biasanya perangkat pada saluran E1 atau T1 menggunakan

protocol AMI (self-clocking Alternate Mark Inversion) dan

membutuhkan repeater pada jarak 1000 meter dari sentral dan tiap

2000 meter selanjutnya. AMI membutuhkan lebar pita 1,5 MHz pada

T1 sedangkan untuk E1 adalah 2 MHz. Dengan menggunakan modulasi

yang lebih baik maka HDSL mampu mentransmisikan sinyal pada

kecepatan 1,544 Mbps atau 2,048 Mbps hanya dengan menggunakan

lebar pita 80 kHz sampai 280 kHz, tergantung pada teknik modulasi

dan pengkodeannya. HDSL mampu menyalurkan sinyal tanpa repeater

pada kabel tembaga sampai sejauh 4 km, tentu saja dengan

menggunakan 2 kabel untuk T1 dan 3 kabel untuk E1, yang masingmasing

beroperasi pada kecepatan separuhnya atau sepertiganya.

Aplikasi tipikal untuk HDSL adalah seperti koneksi PBX, stasiun antena

selular, sistem DLC yang telah cukup matang dalam memberikan

layanan dengan bit rate di atas 1 Mbps, dan telah banyak dipakai

dalam aplikasi remote LAN access serta internet.

c. Single line Digital Subscriber Line (SDSL)

SDSL akan banyak dibutuhkan pada aplikasi yang memerlukan akses

simetris dan karena itu dapat dikatakan bahwa layanan SDSL adalah

komplementari dari aplikasi ADSL. Hal yang perlu diperhatikan bahwa

jangkauan dari SDSL tidak akan melebihi 3000 m, di mana pada jarak

tersebut ADSL mampu mencapai bit rate 6 Mbps.

d. Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL)

Teknologi ini memiliki bit rate yang berbeda antara arah kirim

(upstream) dan arah terima (downstream). Kecepatan upstream-nya

berkisar antara 16 kbps hingga 640 kbps, sedangkan kecepatan

downstream-nya antara 1,544 Mbps hingga lebih dari 7 Mbps.

Karenanya ADSL sangat ideal untuk layanan internet/intranet, video

on demand dan remote LAN access. Karena biasanya penggunapengguna

aplikasi tersebut lebih banyak membutuhkan menerima

informasi/download daripada mengirim informasi.

e. Very high data rate Digital Subscriber Line (VDSL)

Pada awalnya VDSL mempunyai nama Very high data rate Asymmetric

Digital Subscriber Line (VADSL) karena mereka menganggap VDSL

tidak akan menggunakan transmisi simetris dan sudah pasti asimetris

sehingga tak perlu membagi dalam dua nama, VDSL (untuk simetris)

dan VADSL (untuk asimetris). VDSL akan menyalurkan data secara

asimetris pada kecepatan transmisi yang lebih cepat daripada ADSL

dengan panjang saluran yang lebih pendek. Secara umum VDSL

diproyeksikan untuk memiliki kecepatan downstream dan upstream

sebagaimana diperlihatkan dalam tabel 1. Masih banyak hal yang perlu

diperjelas dalam VDSL, baik mengenai standar, service environment,

antar muka juga mengenai biaya.

Arsitektur ADSL

Sirkit ADSL akan saling menghubungkan tiap ujung dari modem ADSL

pada saluran telepon biasa (kabel tembaga) dan membuat tiga kanal

informasi. Kanal downstream kecepatan tinggi, kanal duplex

kecepatan menengah dan kanal POTS. Kanal POTS dipisah oleh

modem dijital dengan filter, untuk menjamin uninterrupted POTS.

Kanal kecepatan tinggi pada kecepatan 1,544 Mbps – 6 Mbps, dan

duplex pada kecepatan 16kbps – 640 kbps. Tiap kanal dapat di

submultiplex, sehingga dapat dibentuk multiplikasi kanal-kanal dengan

bit rate yang lebih rendah. Berikut tabel karakteristik ADSL

berdasarkan kabel yang digunakan :

Data rate (Mbps) Jenis kabel (AWG) Ukuran kabel (mm) Jarak (km)

1,5 atau 2 24 0,5 5,5

1,5 atau 2 26 0,4 4,6

6,1 24 0,5 3,7

6,1 26 0,4 2,7

Kecepatan downstream tergantung oleh beberapa faktor, termasuk

panjang dari kabel tembaga, ukuran kabel, kualitas sambungan fisik

dari kabel dan interferensi kopling silang. Redaman saluran akan

berbanding lurus sesuai pertambahan panjang saluran dan frekuensi,

dan akan mengecil bila diameter kabel bertambah. Dengan

mengabaikan pengaruh kualitas sambungan maka ADSL mempunyai

karakteristik sebagaimana diperlihatkan tabel di atas. Berikut

konfigurasi umum ADSL :

Konfigurasi ADSL secara umum adalah sebagaimana diperlihatkan

gambar di atas. Digital Subsriber Line Access Multiplexer (DSLAM)

adalah perangkat multiplexer pada penyelenggara jasa/sentral,

sedangkan pada sisi pelanggan terdapat Customer Premises

Equipment (CPE). Keduanya dihubungkan oleh line telepon, di mana di

antara keduanya terdapat pots splitter (di sisi penyelenggara/sentral)

dan microfilter (di sisi pelanggan) yang berfungsi membagi frekuensi.

Frekuensi rendah dialirkan ke line analog, sedangkan frekuensi tinggi

adalah untuk service ADSL.

Banyak aplikasi akan mendapatkan manfaat dari keunggulan ADSL

terutama dalam digital compressed video. Sebagai sinyal real time,

sinyal video dijital tidak dapat menggunakan prosedur error control

pada level link atau network yang biasanya dipakai dalam sistem

komunikasi data yang umum. Sedangkan modem ADSL mampu

memberikan forward error corection yang secara dramatis mampu

mengurangi error yang diakibatkan oleh impulse noise. Error yang

berbasiskan simbol demi simbol juga akan banyak mengurangi

kesalahan yang ditimbulkan oleh continuous noise yang terjadi pada

saluran.

ADSL menggunakan teknologi pengolahan sinyal dijital yang begitu

canggih serta menggunakan algoritma yang mampu menciptakan

penyaluran data pada kecepatan sangat tinggi melalui kabel tembaga

biasa.

Teknik line coding yang digunakan adalah Carrierless Amplitude/Phase

Modulation (CAP) atau Discrete Multi Tone (DMT). Teknik line coding

CAP dan DMT memberi keuntungan di mana sistem lebih tahan

terhadap derau / noise atau interferensi. Di samping itu dengan

menggunakan DMT, memungkinkan ADSL menjadi rate adaptive

(kecepatan transmisi dapat berubah relatif mengikuti performansi

jaringan kabel tembaga yang digunakan sebagai media transmisinya).

Dengan DMT juga memungkinkan proses inisialisasi jaringan untuk

menentukan sampai pada tingkat kecepatan berapa jaringan tembaga

dapat mentransmisikan data dengan aman. Sementara pada teknik

konvensional, jika performansi kabel turun kualitasnya, maka sinyal

yang di modulasi/demodulasi oleh modem akan rusak.

Asymmetrical Digital Subscriber Line (ADSL) merupakan suatu teknologi transmisi di jaringan akses dimana kecepatan pengiriman sinyal upstream dan downstream bersifat tidak simetrik atau asymmetric. ITU-T sebagai badan standar internasional telah merekomendasi besarnya kecepatan (bit rate).pengiriman sinyal pada ADSL yaitu 64 Kbps hingga 640 Kbps untuk sinyal arah upstream dan 1.5 Mbps hingga 6 Mbps untuk sinyal arah downstream. Dengan teknologi ADSL ini kebutuhan pelanggan terhadap layanan-layanan yang berupa suara, data maupun video dapat dipenuhi dengan mudah tanpa mengalami banyak perubahan infrastruktur karena media transmisi yang digunakan pada teknologi ADSL ini masih berupa jaringan kabel tembaga. Hal inilah yang merupakan suatu rekomendasi, mengapa ADSL dipilih sebagai salah sate teknologi jaringan akses masa depan untuk menyalurkan layanan pitalebar.

Meskipun pengimplementasian ADSL dapat mengoptimalkan kondisi jaringan kabel yang sudah ada dan dapat menghemat biaya investasi namun kehandalan jaringan kabel tersebut dalam menyalurkan layanan dari Sentral ke Pelanggan masih memiliki keterbatasan-keterbatasan. Beberapa hal yang menjadi tolok ukur kehandalan jaringan kabel tersebut adalah quality of service (QoS) selama penstramisian melalui media kabel tembaga, jarak jangkau atau panjang kabel untuk mencapai area layanan (pelanggan), pengaruh cakap-silang (crosstalk) yang mungkin terjadi antara kabel yang sating berdekatan dan pengaruh interferensi terhadap gelombang radio di sekitarnya. Disamping itu, kunci keberhasilan terhadap unjuk kerja jaringan kabel tembaga pada pengimplementasian ADSL ditentukan juga oleh kualitas material/bahan kabel tembaga yang digunakan, proses instalasi/penggelaran dan pemeliharaan jaringan kabel dengan benar.

Pembahasan dalam thesis ini lebih difokuskan pada analisa dan perhitungan performansi jaringan akses dalam menyalurkan layanan menggunakan teknologi ADSL berbasis parameter yang dipersyaratkan. Thesis ini juga memberikan beberapa pertimbangan untuk memperoleh batasan jarak jangkauan dan batasan cakap-silang pada jaringan kabel pelanggan. Sehingga dengan analisa dan perhitungan ini akan dapat diketahui performansi jaringan akses kabel tembaga dalam menyalurkan layanan pitalebar.

Masalah – masalah dalam Jar lok at

  • Sambungan kabel
    • Satu gulung kabel ( haspel ) primair max 100 m
    • Digelar digorong – gorong jalan ( kabel bawah tanah)
    • Perlu penyambungan yang dilakukan dalam Man Hole
    • Man Hole akan terendam air, maka penyambungan harus baik dan terlindung( kedap air ). ®  kalau tidak akan cross talk.
    • Ada pompa udara dari sentral kedalam kabel primair
  • Masalah saluran penanggal
    • Kena benang layang – layang ® luka, kena udara , karat dan putus.
    • Saluran penanggal diperkuat oleh kawat besi.